Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia, Sudaryono, bersama Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., dan jajaran Forkopimda bergerak cepat meninjau puluhan siswa yang mengalami gangguan kesehatan massal. Para siswa tersebut harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Berastagi.

Dalam kunjungan langsung ke RS Efarina Etaham dan RS Amanda Berastagi pada Minggu (16/8/2026), rombongan memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang optimal. Berdasarkan data perawatan terbaru, RS Amanda saat ini merawat inap lima pasien dan memulangkan tiga pasien untuk berobat jalan. Sementara itu, di RS Efarina Etaham tercatat 22 pasien masih menjalani rawat inap dan dua lainnya berada dalam tahap observasi medis.

Sudaryono mengungkapkan bahwa hasil investigasi awal menunjukkan adanya pelanggaran prosedur operasional standar dalam pengelolaan bahan pangan. Ia menyebutkan sebagian komoditas ikan yang disajikan tidak disimpan di dalam lemari pembeku (freezer) selama lebih dari 12 jam sebelum diolah. Akibat kelalaian fatal tersebut, BGN langsung mengambil langkah tegas dengan menutup operasional dapur penyedia jasa makanan yang bersangkutan dengan sanksi klasifikasi berat.

Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan kesehatan para siswa. Pihak pemerintah daerah juga aktif berkoordinasi secara intensif dengan tim medis kedua rumah sakit guna memastikan seluruh fasilitas perawatan dan kebutuhan pemulihan korban terpenuhi dengan baik.