Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional (UNAS) menggelar program kuliah tamu (Visiting Lecturer) dengan menghadirkan akademisi dari Teikyo University, Jepang. Langkah akademis ini diambil untuk memperluas cakrawala mahasiswa mengenai inovasi teknologi material yang krusial bagi keberhasilan misi penjelajahan luar angkasa.
Wakil Dekan FTKI UNAS, Ir. Endah Tri Esthi Handayani, M.M.S.I., secara resmi membuka forum ilmiah ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi akademik internasional untuk membekali mahasiswa dengan perspektif global dan kompetensi praktis agar siap menghadapi tuntutan riset serta industri teknologi di masa depan.
Menghadirkan Ayaka, pakar di bidang Teknik Mesin dan Dirgantara Teikyo University, kuliah umum ini membedah peran vital rekayasa material dalam menghadapi lingkungan luar angkasa yang ekstrem. Ayaka mengawali paparannya dengan memaparkan pemanfaatan Synthetic Aperture Radar (SAR) sebagai teknologi pengamatan bumi yang andal karena mampu menembus tutupan awan dalam kondisi siang maupun malam.
Ia mendetailkan bahwa efektivitas pemantauan bumi sangat dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik panjang gelombang SAR. Frekuensi X-band digunakan untuk mendeteksi permukaan halus seperti dedaunan, C-band mampu menjangkau ranting pohon, sedangkan L-band memiliki daya tembus hingga ke batang pohon dan permukaan tanah guna menghasilkan data vegetasi yang komprehensif.
Lebih lanjut, tantangan degradasi material satelit di orbit bumi turut menjadi fokus pembahasan. Lingkungan hampa udara (vakum), fluktuasi suhu ekstrem, radiasi kosmik, getaran peluncuran, hingga ancaman Atomic Oxygen di orbit rendah bumi (LEO) dapat memicu korosi cepat dan kerusakan struktural yang berpotensi menggagalkan misi jika tidak diantisipasi dengan rekayasa material yang tepat.
Sebagai solusi ilmiah, sesi terakhir membedah pentingnya ilmu tribologi—studi tentang gesekan dan pelumasan khusus di ruang hampa yang tidak memungkinkan penggunaan pelumas konvensional. Melalui kegiatan ini, FTKI UNAS berkomitmen untuk terus mendorong riset inovatif mahasiswa di bidang dirgantara guna menjawab tantangan industri satelit masa depan.