Kuba tengah menghadapi situasi darurat energi setelah jaringan listrik nasional secara resmi dinyatakan lumpuh total pada Senin (6/7/2026). Peristiwa ini menandai titik terendah dari rentetan krisis energi yang telah menghantui negara Karibia tersebut selama berbulan-bulan akibat minimnya pasokan bahan bakar dan infrastruktur yang kian usang.
Operator jaringan nasional, Unión Eléctrica (UNE), mengonfirmasi bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. Hingga Senin sore, prioritas pasokan listrik hanya diberikan pada fasilitas krusial seperti rumah sakit dan unit produksi pangan. Di ibu kota Havana, kapasitas listrik yang pulih bahkan belum mencapai 1% dari total kebutuhan warga, sementara pemerintah hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai pemicu utama kegagalan sistem tersebut.
Situasi ini memicu keresahan sosial di tengah suhu musim panas yang menyengat. Masyarakat yang telah terbiasa dengan pemadaman bergilir kini harus menghadapi kondisi tanpa listrik sama sekali, yang berdampak pada terputusnya akses komunikasi dan aktivitas ekonomi harian. Pemerintah bahkan terpaksa menggunakan siaran televisi nasional untuk mengimbau masyarakat agar saling mengabarkan informasi kepada tetangga yang terisolasi dari arus data.
Krisis ini tidak lepas dari dinamika geopolitik yang menekan Kuba. Kebijakan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang memutus rantai pasok minyak dari Venezuela, serta tekanan terhadap negara lain untuk tidak mengirimkan bahan bakar ke Kuba, disebut-sebut menjadi katalisator utama kelangkaan energi. Meskipun Washington berdalih langkah tersebut adalah bentuk perlindungan keamanan nasional, dampaknya kini dirasakan langsung oleh masyarakat Kuba yang mulai mencapai batas kesabaran.
Kejadian ini merupakan insiden pemadaman nasional kedelapan sejak Oktober 2025 dan yang ketiga kalinya terjadi di tahun ini. Di lapangan, warga hanya bisa pasrah menghadapi situasi yang semakin tidak tertahankan, sembari mempertanyakan kapan stabilitas pasokan energi akan benar-benar dapat kembali dipulihkan.