Kota Calgary di Provinsi Alberta, Kanada, kini berada dalam kondisi kewaspadaan tinggi setelah kepulan asap dari kebakaran hutan menyelimuti wilayah tersebut. Otoritas setempat telah resmi mengeluarkan peringatan kualitas udara berstatus kuning, yang menandakan tingkat polusi udara mulai memasuki fase berbahaya bagi kesehatan publik.

Peningkatan konsentrasi partikel halus (PM2.5) akibat asap ini menjadi kekhawatiran utama bagi tim medis dan pemerintah lokal. Paparan jangka panjang terhadap partikel mikroskopis tersebut terbukti mampu memicu iritasi mata, batuk kering, hingga sesak napas akut. Bagi individu dengan riwayat penyakit pernapasan kronis, seperti asma, kondisi atmosfer saat ini dapat memicu eksaserbasi atau perburukan gejala yang signifikan.

Sebagai langkah mitigasi, pihak berwenang mengimbau kelompok rentan—yang meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penyandang penyakit jantung dan paru-paru—untuk meminimalisir seluruh kegiatan di luar ruangan. Langkah preventif seperti tetap berada di dalam rumah dengan menutup rapat jendela dan pintu sangat disarankan selama kualitas udara belum kembali ke level normal.

Bagi masyarakat yang memiliki urgensi untuk beraktivitas di luar, penggunaan masker dengan standar filtrasi tinggi sangat direkomendasikan guna meminimalkan masuknya partikel polutan ke saluran pernapasan. Selain itu, penggunaan penyaring udara (air purifier) di dalam hunian dinilai efektif untuk membantu menjaga kualitas udara tetap layak hirup selama masa darurat ini berlangsung.