PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) resmi menyelesaikan proses divestasi seluruh kepemilikan sahamnya di PT Krakatau Osaka Steel (KOS) kepada Osaka Steel Co., Ltd. (OSC). Transaksi yang dirampungkan pada akhir Juni 2026 ini bernilai USD14 juta atau setara dengan Rp249,98 miliar. Langkah strategis ini dilakukan di tengah tren positif pemulihan kinerja keuangan perusahaan, di mana KRAS berhasil mencatatkan laba bersih sebesar USD2,58 juta pada kuartal pertama tahun 2026, membalikkan kondisi rugi pada periode sebelumnya.
Di sisi lain, emiten NTBK mengambil langkah ekspansif dengan merencanakan penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp500 miliar. Dana segar tersebut rencananya akan digunakan untuk memperkuat permodalan anak usaha, pengembangan fasilitas perakitan, serta penetrasi ke sektor kendaraan listrik (EV) dan akuisisi perusahaan jasa pertambangan.
Pengembangan bisnis NTBK semakin diperkuat melalui kolaborasi strategis anak usahanya dengan Magma Capital Resources Private. Kemitraan ini berfokus pada sektor logistik pertambangan, di mana NTBK akan memanfaatkan armada truk listriknya untuk mendistribusikan batu bara dengan target volume hingga 500 ribu metrik ton setiap bulannya.
Sementara itu, kondisi pasar modal Indonesia tengah mendapat tantangan setelah S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan klasifikasi negara (2027 Country Classification Watchlist). Evaluasi ini menyoroti aspek transparansi kepemilikan saham dan efektivitas keterbukaan informasi. Sentimen ini, ditambah dengan arus keluar dana asing, turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mayoritas sektor saham domestik.
Penting untuk dicatat bahwa informasi ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan pemberitaan, serta bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual-beli instrumen investasi tertentu di pasar modal.