Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia kini tidak hanya diramaikan oleh model kelas menengah ke bawah, melainkan mulai merambah ke segmen premium yang menawarkan performa dan teknologi mutakhir. Dua kontestan yang menarik perhatian dalam segmen ini adalah Mazda 6e dan BYD Seal. Keduanya hadir dengan format sedan sporti berpenggerak roda belakang untuk memberikan pengalaman berkendara yang dinamis.
Dari sisi harga, Mazda 6e dipasarkan mulai dari Rp850 juta OTR Jakarta, memosisikannya sebagai pilihan eksklusif di kelas premium. Di sisi lain, BYD Seal menawarkan fleksibilitas harga yang lebih kompetitif dengan rentang Rp639 juta hingga Rp750 juta, memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih varian performa atau efisiensi sesuai kebutuhan.
Di sektor daya, Mazda 6e dibekali baterai berkapasitas 77,9 kWh yang mampu menjelajah hingga 560 kilometer berdasarkan pengujian WLTP yang dikenal cukup ketat. Sementara itu, BYD Seal mengusung baterai hingga 82,56 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 650 kilometer menggunakan standar pengujian NEDC, memberikan kapasitas penyimpanan daya yang sedikit lebih besar di atas kertas.
Karakter berkendara menjadi pembeda utama kedua pabrikan. Mazda tetap setia dengan filosofi "Jinba-Ittai" yang mengedepankan keselarasan antara pengemudi dan kendaraan demi pengendalian yang presisi serta menyenangkan. Sebaliknya, BYD Seal mengimbangi aspek performa dengan konfigurasi suspensi ganda (double wishbone) di bagian depan dan multi-link di belakang demi stabilitas berkendara yang mumpuni.
Memasuki kabin, Mazda 6e menyuguhkan nuansa minimalis yang elegan dengan material premium yang tenang. Pendekatan ini berbeda dengan BYD Seal yang menonjolkan atmosfer futuristis lewat layar digital berukuran besar dan kapasitas penyimpanan yang lebih praktis, termasuk bagasi belakang 400 liter serta ruang penyimpanan depan (frunk) sebesar 53 liter.