Aktris ternama Marshanda menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga profesionalisme tinggi di panggung hiburan tanah air, meskipun harus hidup dengan gangguan bipolar. Mantan istri Ben Kasyafani ini bertekad tidak akan pernah memanfaatkan kondisi kesehatan mentalnya sebagai alasan untuk membenarkan tindakan keliru yang dapat merugikan orang lain dalam lingkungan kerja.

Gangguan bipolar yang dialami perempuan yang akrab disapa Caca ini ditandai dengan fluktuasi emosi yang ekstrem. Pengidapnya dapat mengalami fase mania yang memicu luapan semangat dan euforia berlebih, serta fase depresi yang membawa perasaan sedih mendalam hingga keputusasaan. Kedua fase bertolak belakang ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu, yang tentu menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Guna mengantisipasi dampak buruk terhadap kariernya, Marshanda memilih untuk mengenali batas kemampuan tubuh dan mempelajari seluk-beluk gangguan mental tersebut secara mendalam. Dengan memahami ciri khas, tantangan, hingga potensi yang dimilikinya, ibu satu anak ini berhasil merumuskan metode terbaik untuk mengelola kestabilan emosi serta rutinitas hariannya di depan kamera.

Alih-alih memandangnya sebagai hambatan, Marshanda justru melihat sisi positif dari kondisinya, seperti lonjakan kreativitas dan kemampuan memandang sesuatu dari sudut pandang yang unik. Langkah proaktif dan pemahaman diri yang matang inilah yang menjadi fondasi utama bagi sang aktris untuk tetap produktif dan mempertahankan kualitas performa terbaiknya di industri hiburan kreatif.