Di tengah menjamurnya bisnis kuliner kekinian, sebuah usaha kuliner asal Depok bernama Bunbueok menghadirkan cerita yang berbeda. Didirikan sejak tahun 2018 oleh Trie Damayanti, bisnis bungeoppang—roti berbentuk ikan khas Korea—ini tidak bermula dari sekadar ambisi mencari keuntungan finansial semata, melainkan dari dedikasi mendalam seorang ibu untuk menjaga kesehatan putrinya.

Ide melahirkan Bunbueok bermula dari kondisi kesehatan mendiang putri Trie, Khaila Alyfa Putrie, yang mengidap penyakit jantung bawaan. Keterbatasan tersebut membuat Khaila tidak bisa sembarangan mengonsumsi jajanan komersial di luar rumah. Guna memenuhi keinginan sang anak yang sangat menyukai kebudayaan dan kuliner Korea, Trie memutuskan untuk turun langsung ke dapur dan meracik bungeoppang sendiri dengan bahan-bahan pilihan yang aman dan higienis.

Bekal ketelitian Trie selama 15 tahun berkarier di industri perbankan menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi produknya. Tidak ingin setengah-setengah, Trie mengalokasikan modal yang diperoleh dari dana pensiun dini suaminya untuk memperdalam ilmu kuliner. Ia mengikuti pelatihan intensif sepanjang 2018 hingga 2019, termasuk belajar langsung dari koki asal Korea Selatan serta pakar kuliner nasional Fatmah Bahalwan demi menguasai teknik pembuatan roti yang autentik.

Perjalanan bisnis ini sempat menghadapi ujian terberat ketika Khaila berpulang pada November 2022. Kehilangan sang buah hati sempat membuat operasional Bunbueok vakum total selama hampir satu tahun karena duka yang mendalam. Namun, pada pertengahan 2023, Trie memilih untuk bangkit dan menata kembali usahanya. Ia bertekad menjadikan Bunbueok sebagai sebuah warisan hidup (legacy) guna mengenang dan meneruskan semangat mendiang putrinya.

Pasca-kebangkitan tersebut, Bunbueok bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih profesional. Trie mulai membenahi manajemen keuangan, menstandardisasi proses produksi, dan merambah ke segmen business-to-business (B2B) dengan memasok produk ke sejumlah kafe. Langkah ekspansi ini diperkuat dengan kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta sertifikasi halal yang kian meningkatkan kepercayaan mitra usaha dan konsumen.

Selain fokus pada aspek bisnis, Bunbueok juga menerapkan prinsip keberlanjutan sosial di lingkungan sekitarnya. Sisa potongan adonan bungeoppang dibagikan secara cuma-cuma kepada para tetangga di sekitar rumah produksi. Adonan tersebut kemudian diolah kembali oleh ibu-ibu rumah tangga setempat menjadi kudapan baru bernilai jual, sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi tambahan bagi komunitas lokal.