Sektor perbankan tanah air kian gencar mengoptimalkan bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) sebagai salah satu pilar utama penopang pendapatan. Strategi ini diambil guna menjaga stabilitas kinerja keuangan di tengah tingginya volatilitas dan ketidakpastian yang membayangi pasar keuangan global saat ini.
Sepanjang semester pertama tahun ini, sejumlah perbankan berhasil mencatatkan rapor hijau pada segmen nasabah prioritas tersebut. Sebagai contoh, PT Bank DBS Indonesia melaporkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) segmen nasabah prioritas sebesar 13 persen secara tahunan (year-on-year) per Juni lalu. Tren positif ini juga diikuti oleh kenaikan rata-rata total AUM per nasabah yang mencapai 15 persen.
Penguatan bisnis ini membuktikan bahwa layanan personalisasi keuangan bagi nasabah bermodal besar kian diminati. Di tengah fluktuasi ekonomi, para nasabah kaya cenderung mencari instrumen investasi yang aman dan terkelola dengan baik, menjadikan unit wealth management sebagai mesin pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang sangat diandalkan oleh industri perbankan nasional.