PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) menarik perhatian pelaku pasar setelah sahamnya mengalami lonjakan signifikan. Pada perdagangan akhir pekan di bulan Agustus 2026, saham emiten pengelola Hotel Griptha ini melanjutkan tren penguatan. Setelah sempat masuk dalam jajaran top gainer dengan penutupan di level Rp89 per saham pada hari sebelumnya, GRPH kembali bergerak agresif hingga menyentuh Rp106 per saham, mencerminkan kenaikan harian sekitar 19,10 persen. Secara akumulatif, saham GRPH telah melesat hingga 75 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Sebagai informasi, GRPH resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO) pada Januari 2024 dengan melepas 200 juta lembar saham seharga Rp103 per saham. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2010 ini berfokus pada sektor jasa perhotelan, restoran, serta layanan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Emiten ini mengoperasikan Hotel Griptha yang berlokasi strategis di Kudus, Jawa Tengah, dengan fasilitas pendukung berupa 138 kamar, tujuh ruang pertemuan, dan satu ballroom utama.

Dari sisi kinerja keuangan terbaru, GRPH membukukan hasil positif sepanjang kuartal I 2026. Laba bersih perseroan tumbuh 11,2 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp358,2 juta dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp322,7 juta. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan tipis pendapatan yang mencapai Rp7,4 miliar, tumbuh sekitar 1,4 persen dibandingkan realisasi kuartal I 2025 sebesar Rp7,3 miliar.

Peningkatan performa operasional GRPH juga tercermin dari torehan EBITDA yang mencapai Rp1,9 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 18,8 persen dari periode sebelumnya senilai Rp1,6 miliar. Dengan pencapaian tersebut, emiten ini mampu menjaga margin laba bruto di level 48,6 persen dan margin EBITDA pada posisi 25,7 persen, sementara margin laba bersih tercatat sebesar 4,8 persen.