PT Pegadaian (Persero) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat positif sepanjang semester pertama tahun 2026. BUMN sektor pembiayaan ini berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp6,59 triliun per 30 Juni 2026, melonjak signifikan sebesar 84,4 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu yang berada di angka Rp3,58 triliun.
Lonjakan profitabilitas ini sejalan dengan ekspansi aset perusahaan yang kini menembus angka Rp186,33 triliun, atau tumbuh sebesar 53,9 persen dari posisi sebelumnya sebesar Rp121,1 triliun. Peningkatan performa ini ditopang oleh penyaluran pinjaman (Outstanding Loan/OSL) gross nasional yang mencapai Rp155,1 triliun. Menariknya, ekspansi bisnis yang agresif ini diimbangi dengan perbaikan kualitas kredit, di mana rasio kredit bermasalah (NPL) berhasil ditekan dari 0,81 persen menjadi 0,71 persen.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menjelaskan bahwa performa impresif ini membuktikan ketangguhan model bisnis perusahaan di tengah ketidakpastian situasi ekonomi global. Ia menambahkan, Pegadaian terus berinovasi guna menjawab kebutuhan pasar melalui peluncuran layanan Bank Emas (Bullion Services) serta optimalisasi aplikasi digital bertajuk Tring! untuk mempermudah transaksi nasabah.
Tren positif ini juga tercermin di tingkat regional, khususnya di wilayah Sumatra Utara dan Aceh melalui Kantor Wilayah I Medan. Wilayah ini sukses membukukan laba bersih Rp725,7 miliar, tumbuh 48 persen secara tahunan. Adapun OSL gross di wilayah ini tercatat melesat hingga 53 persen menjadi Rp11,53 triliun, sebuah laju pertumbuhan yang melampaui rata-rata nasional.
Pemimpin Wilayah I Medan, Yohanis Wulang, menyebut peningkatan kinerja ini dipicu oleh tingginya minat masyarakat lokal terhadap investasi emas dan pembiayaan produktif. Untuk memperkuat penetrasi pasar, Pegadaian kini mengandalkan layanan Bank Emas yang mencakup jasa penitipan, investasi, hingga perdagangan emas fisik dengan standar keamanan internasional yang terintegrasi secara digital.