Fenomena menarik tengah menjadi sorotan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, di mana kontras antara kemudahan memulai bisnis dan kerumitan menutupnya menjadi kendala serius bagi dunia usaha. Data terbaru dari Dinas Pajak Kota Ho Chi Minh per Juni 2026 mencatat lebih dari 310.000 entitas bisnis tidak lagi aktif di lokasi terdaftar, sementara sekitar 153.000 lainnya telah berhenti menggunakan faktur namun belum menuntaskan kewajiban administratif penutupan nomor identifikasi pajak mereka.

Direktur Savitax Tax Consulting, Dinh Thi Huyen, mengungkapkan bahwa tantangan utama terletak pada birokrasi yang memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Bagi pelaku usaha yang telah beroperasi selama puluhan tahun, proses administratif untuk menyediakan dokumen audit dan pemeliharaan catatan akuntansi menjadi beban biaya dan operasional yang sangat berat, bahkan bagi perusahaan yang tidak aktif sekalipun.

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Konsultan dan Agen Pajak Kota Ho Chi Minh mengusulkan mekanisme deklarasi mandiri bagi usaha kecil dan mikro yang memiliki rekam jejak kepatuhan pajak yang baik. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat durasi pembubaran menjadi hanya 5-7 hari kerja, sehingga para pengusaha dapat segera kembali berinovasi dengan entitas bisnis baru mereka tanpa terbebani residu administratif masa lalu.

Pihak otoritas pajak, yang diwakili oleh Wakil Kepala Dinas Pajak Kota Ho Chi Minh, Giang Van Hien, menyatakan bahwa pihaknya tidak mewajibkan inspeksi di tempat bagi seluruh kasus. Otoritas kini tengah menyusun kriteria penilaian berbasis risiko yang akan memprioritaskan bisnis dengan kepatuhan tinggi untuk mendapatkan kemudahan prosedur. Pendekatan digitalisasi dan klasifikasi profil bisnis ini dipandang sebagai solusi strategis untuk mengurangi beban kerja aparatur sekaligus menciptakan ekosistem bisnis yang lebih dinamis.