Kemitraan bisnis antara World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didukung oleh keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan platform kecerdasan buatan (AI) asal Hong Kong, WorldClaw, kini tengah menjadi pusat perhatian. Kerja sama ini memicu perdebatan hangat lantaran WorldClaw memfasilitasi akses publik ke berbagai model AI bentukan korporasi teknologi asal China.
Langkah bisnis tersebut dinilai kontradiktif dengan sikap politik luar negeri pemerintahan Trump yang selama ini menaruh perhatian ketat pada sektor teknologi Tiongkok. Beberapa pengembang AI yang layanannya terintegrasi di platform WorldClaw—termasuk Alibaba, Baidu, dan Z.ai—sebelumnya telah dikenakan pembatasan oleh pemerintah AS atas dasar pertimbangan keamanan nasional.
WorldClaw sendiri menerapkan sistem pembayaran terintegrasi menggunakan token kripto $WLFI serta stablecoin USD1 yang diterbitkan oleh World Liberty Financial. Lewat kepemilikan saham sebesar 38 persen di World Liberty, keluarga Trump berpotensi memperoleh keuntungan finansial dari setiap transaksi yang dilakukan pengguna pada platform penyedia AI tersebut.
Penelusuran menunjukkan bahwa hampir setengah dari puluhan model AI yang tersedia di situs WorldClaw merupakan produk buatan pengembang asal China. Sejumlah pakar keamanan dan etika pemerintahan menilai kolaborasi ini berpotensi memicu benturan kepentingan, terutama saat Washington tengah berupaya meredam dominasi teknologi AI dari Beijing.
Meski demikian, pihak Gedung Putih dan perwakilan World Liberty Financial membantah adanya konflik kepentingan dalam kemitraan ini. Mereka menegaskan bahwa penyediaan agregasi model AI dari berbagai negara, baik asal AS maupun China, merupakan praktik industri yang lazim guna mendukung ekspansi pasar teknologi secara global.
Di sisi lain, para peneliti keamanan siber memperingatkan adanya potensi risiko bagi para pengguna model AI asal China. Risiko tersebut meliputi potensi pengawasan data oleh otoritas asing, penyensoran konten keluaran AI, hingga ancaman penyusupan kode berbahaya yang dapat meretas sistem pengguna.