Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi meluncurkan langkah strategis untuk menekan angka fatalitas kanker di Tanah Air. Melalui integrasi teknologi canggih hingga ke tingkat Puskesmas, pemerintah berupaya memutus rantai keterlambatan diagnosis yang selama ini menjadi penyebab utama rendahnya angka kesembuhan pasien kanker di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas pasien kanker di Indonesia baru terdeteksi pada stadium lanjut, yakni stadium tiga dan empat. Menurutnya, pembalikan tren ini harus dilakukan dengan memperkuat kapasitas layanan primer. Kemenkes kini telah mendistribusikan mesin X-ray digital dan alat ultrasonografi (USG) berbasis kecerdasan buatan (AI) ke 10.000 Puskesmas di seluruh penjuru Indonesia untuk mendeteksi dini kanker paru serta benjolan payudara.

Selain memperkuat infrastruktur di Puskesmas, pemerintah juga menargetkan pemerataan akses alat diagnostik lanjutan seperti CT Scan di 514 kabupaten/kota. Langkah ini didukung oleh rencana strategis pembangunan fasilitas terapi proton serta penambahan alat PET Scan pada 2028 mendatang. Upaya ini diimbangi dengan percepatan pemenuhan tenaga medis spesialis melalui jalur program Fellowship dan Advanced Clinical Training guna memastikan infrastruktur yang ada dapat beroperasi optimal.

Data GLOBOCAN menunjukkan urgensi penanganan masalah ini dengan mencatat lebih dari 400 ribu kasus kanker baru setiap tahunnya. Menanggapi tantangan tersebut, Kemenkes telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker 2024–2034 yang berfokus pada pendekatan kedokteran genomik (precision medicine). Pendekatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi risiko penyakit sejak dini melalui tes genetik di tingkat layanan primer.

Inisiatif ini mengemuka dalam ajang Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 yang dihadiri para pakar dari kedua negara. Melalui kolaborasi teknologi dan riset, pemerintah optimis bahwa transformasi layanan onkologi ini akan mengubah peta penanganan kanker di Indonesia menjadi lebih efektif, inklusif, dan proaktif dalam menyelamatkan nyawa masyarakat.