Lingkungan sekolah sering kali menjadi penyumbang sampah makanan dalam jumlah besar. Guna mengatasi persoalan ini, SMK Plus Khoiriyah Hasyim Jombang meluncurkan inovasi MAGHASY (Smart Maggot Bioconversion), sebuah sistem pengelolaan limbah pangan berbasis teknologi digital dan ekonomi sirkular menggunakan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF).

Program ramah lingkungan ini diinisiasi melalui kolaborasi dengan Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang. Proyek pengabdian masyarakat tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dengan populasi mencapai sekitar 4.000 siswa yang melakukan aktivitas konsumsi harian di lingkungan sekolah, volume sampah organik yang dihasilkan cukup signifikan. Melalui sistem MAGHASY, sisa makanan tersebut dipilah secara sistematis untuk dijadikan pakan bagi larva BSF. Proses biokonversi modular ini menghasilkan biomassa maggot berkualitas tinggi serta bekas maggot (kasgot) yang siap diaplikasikan sebagai pupuk organik.

Keunggulan inovasi ini terletak pada integrasi pemantauan digital yang mencatat volume input limbah hingga hasil akhir produksi secara real-time. Data yang terekam tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga dimanfaatkan dalam metode pembelajaran sains berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) bagi para siswa.

Kepala SMK Plus Khoiriyah Hasyim Jombang, David Sugiarto, menyatakan bahwa program ini memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga bagi para pelajar. Menurutnya, siswa kini tidak hanya memahami teori pelestarian ekosistem di dalam kelas, melainkan terlibat langsung dalam aksi nyata mengubah limbah menjadi produk bernilai guna.

Senada dengan hal itu, Kusnul Ciptanila Yuni K. selaku ketua pelaksana menegaskan bahwa MAGHASY dirancang sebagai solusi aplikatif yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi pemantik budaya peduli lingkungan berbasis teknologi, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta poin 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim.