Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) resmi meluncurkan program kemanusiaan guna membantu penanganan medis anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV). Inisiatif ini diresmikan langsung oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, di Gedung Borobudur Mapolda Jateng baru-baru ini.

Langkah kemanusiaan ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial Polri dalam mengupayakan intervensi medis sejak dini. Deteksi dan penanganan cepat dinilai sangat krusial untuk menyelamatkan masa depan anak-anak tersebut dari risiko kecacatan fisik yang bersifat permanen.

Dalam menjalankan program ini, Polda Jateng bersinergi dengan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta jaringan tenaga medis di Jawa Tengah. Selain itu, personel Bhabinkamtibmas diinstruksikan untuk proaktif melakukan penyisiran hingga ke tingkat rukun tetangga (RT/RW) guna menemukan anak-anak yang membutuhkan bantuan.

Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran Kapolres untuk segera melatih dan menggerakkan Bhabinkamtibmas di wilayah hukum masing-masing. Langkah taktis ini penting dilakukan mengingat data Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng memproyeksikan ada sekitar 1.800 anak penderita kelainan CTEV di provinsi ini pada tahun 2025.

Masyarakat yang mengetahui keberadaan anak dengan kondisi kelainan kaki bawaan lahir diimbau segera melapor melalui layanan Polisi 110 atau Bhabinkamtibmas terdekat. Melalui kolaborasi ini, pasien akan difasilitasi pemeriksaan medis, tindakan rehabilitasi, hingga pemberian sepatu ortopedi khusus secara gratis.