Kementerian Kesehatan Vietnam melalui Departemen Infrastruktur dan Peralatan Medis berkolaborasi dengan Pusat Penelitian dan Evaluasi Ekonomi (HERAC) menggelar lokakarya ilmiah di Quang Ninh untuk merumuskan draf Undang-Undang Alat Kesehatan yang baru. Forum ini mempertemukan para ahli, regulator, dan pelaku industri guna menyelaraskan kerangka hukum dengan realitas di lapangan serta kebutuhan pasien.

Direktur Departemen Infrastruktur dan Peralatan Medis Vietnam, Dr. Nguyen Minh Loi, menekankan bahwa regulasi masa depan ini wajib berpijak pada prinsip keselamatan, efektivitas, dan kelayakan praktis. Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh alat kesehatan yang beredar dan digunakan di fasilitas kesehatan memiliki standar mutu yang teruji dan terintegrasi secara internasional.

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengawasan rantai distribusi, manajemen siklus hidup alat kesehatan, hingga mekanisme pemantauan pascapemasaran. Diskusi juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara regulasi alat kesehatan dengan sistem jaminan kesehatan nasional guna menjamin hak-hak pasien tanpa menghambat adopsi teknologi medis baru.

Rancangan undang-undang ini dijadwalkan selesai pada Desember tahun ini untuk diajukan kepada pemerintah. Melalui proses legislasi yang komprehensif, regulasi tersebut ditargetkan mendapat persetujuan akhir dari Majelis Nasional Vietnam pada tahun 2029 mendatang.

Namun, tantangan muncul dari rendahnya partisipasi pelaku usaha dalam memberikan umpan balik kebijakan, yang tercatat hanya berkisar 20 persen sepanjang periode 2024-2025. Dr. Loi mengimbau keterlibatan aktif dari para praktisi dan pelaku industri agar produk hukum yang dihasilkan tidak tumpang tindih serta dapat diaplikasikan secara nyata tanpa membebani sektor pelayanan kesehatan.