Pasar ponsel kelas menengah kembali diramaikan oleh kehadiran Vivo Y500 yang resmi diperkenalkan pada Juli 2026. Ponsel pintar ini langsung mencuri perhatian publik berkat spesifikasi dayanya yang luar biasa, yakni baterai berkapasitas monster mencapai 8.100 mAh, yang dipadukan dengan layar AMOLED 1,5K berukuran 6,83 inci serta laju penyegaran 120Hz. Daya tahan fisiknya pun diperkuat dengan sertifikasi ketahanan air dan debu IP68 serta IP69.

Kendati menawarkan daya tahan baterai yang mengagumkan, Vivo Y500 menyimpan satu kelemahan krusial bagi konsumen modern. Perangkat ini rupanya masih terbatas pada konektivitas jaringan 4G. Di tengah tren adopsi teknologi 5G yang kian meluas di segmen menengah, keterbatasan konektivitas ini tentu menjadi bahan pertimbangan serius bagi calon pembeli yang menginginkan investasi gawai jangka panjang.

Sebagai solusi bagi konsumen yang memprioritaskan kecepatan internet masa depan, beberapa alternatif ponsel 5G mulai bermunculan di kelas yang sama. Salah satu opsi terkuat adalah Samsung Galaxy A37 5G. Perangkat andalan pabrikan Korea Selatan ini dibekali layar Super AMOLED 6,6 inci dengan refresh rate 120Hz, serta ditenagai oleh dapur pacu Exynos yang sudah mendukung konektivitas 5G secara penuh.

Walau kapasitas daya Galaxy A37 5G berada di angka standar 5.000 mAh dengan pengisian cepat 25W—jauh di bawah kapasitas jumbo milik Vivo—ponsel ini menawarkan keunggulan lain di sektor fotografi dan dukungan sistem operasi. Samsung menyematkan konfigurasi kamera utama 50 MP yang dilengkapi stabilisasi OIS, lensa ultrawide 8 MP, dan sensor makro 5 MP. Keunggulan utamanya terletak pada jaminan pembaruan perangkat lunak dan sistem keamanan hingga enam tahun ke depan, menjadikannya pilihan investasi yang lebih rasional untuk jangka panjang.