Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, mengusung misi besar untuk merebut gelar juara pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang akan digelar di India. Keberhasilan mereka meraih podium tertinggi secara beruntun di ajang Japan Open 2026 dan China Open 2026 menjadi modal berharga sekaligus suntikan motivasi yang signifikan menjelang turnamen bergengsi tersebut.

Kendati datang dengan status juara di dua turnamen terakhir, Fikri menegaskan bahwa mereka tidak ingin jemawa. Menurutnya, peta persaingan di Kejuaraan Dunia akan jauh lebih dinamis lantaran setiap lawan dipastikan telah mengevaluasi gaya bermain mereka. Oleh karena itu, penyesuaian strategi secara berkala menjadi kunci penting demi mengantisipasi perubahan taktik lawan di lapangan.

Lebih lanjut, Fikri mengingatkan bahwa atmosfer turnamen mayor seperti Kejuaraan Dunia memiliki tekanan yang berbeda dibandingkan turnamen reguler. Ia meminta agar mereka tidak hanya fokus pada pasangan unggulan papan atas, melainkan juga mewaspadai pergerakan pemain non-unggulan yang berpotensi menjadi kuda hitam dan menyulitkan langkah mereka.

Guna mematangkan kesiapan, duet Fajar/Fikri intensif melakukan evaluasi mendalam bersama tim pelatih dan analis performa. Melalui tayangan ulang video pertandingan, mereka membedah setiap detail permainan untuk mengidentifikasi celah pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan sebelum bertolak ke India.

Mengenai persiapan teknis, Fikri menjelaskan tidak ada perubahan program latihan yang radikal. Fokus utama saat ini bergeser pada penguatan aspek mental, konsentrasi, serta kemampuan adaptasi cepat terhadap kondisi non-teknis di India, seperti cuaca, fasilitas hotel, dan karakteristik arena pertandingan.

Momentum Kejuaraan Dunia BWF kali ini terasa kian spesial karena bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Fajar dan Fikri berharap perjuangan keras mereka di India dapat membuahkan hasil terbaik berupa medali emas sebagai kado terindah bagi tanah air.