Semangat dan antusiasme tinggi terpancar dari para calon jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) 'Aisyiyah Kota Yogyakarta dalam acara Manasik Klasikal ke-3 yang berlangsung di Masjid Islamic Centre Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Minggu (5/7/2026). Meski didominasi jemaah usia lanjut, kegiatan tersebut berjalan khidmat dalam membahas persiapan krusial menuju musim haji 2027.
Ketua KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta, Ir. H. Rowi Sutaryo, menekankan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani sebagai syarat mutlak istithaah. Ia mengingatkan jemaah bahwa perubahan skema pemberangkatan haji menuntut adaptasi tidak hanya dari sisi finansial, namun juga peningkatan pengetahuan dan pemeliharaan kondisi kesehatan secara berkelanjutan.
Materi mitigasi haji disampaikan oleh Ketua MDMC PP Muhammadiyah, H. Budi Setiawan, ST. Ia menggarisbawahi bahwa perjalanan haji penuh dengan tantangan nyata seperti cuaca ekstrem, kepadatan jemaah, hingga potensi risiko keamanan. Budi menjelaskan bahwa mitigasi yang baik dapat memperkecil risiko, yang kemudian harus dibarengi dengan penguatan spiritual melalui pemaknaan talbiyah serta kesiapan mental untuk menjadi jemaah yang tangguh dan resilien.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, drg. Rohadanti, MPH, menyoroti pentingnya istithaah kesehatan sebagai pilar utama keberangkatan. Berdasarkan data pemeriksaan tahun 2026, ia mencatat perlunya pendampingan kesehatan bagi sebagian besar jemaah. Danti menegaskan bahwa jemaah harus tetap memantau kondisi fisik secara rutin, patuh pada rekomendasi tim kesehatan, dan memastikan status keaktifan BPJS sebelum keberangkatan.
Kegiatan manasik ini tidak hanya menjadi wadah informasi, tetapi juga langkah proaktif bagi calon jemaah untuk membangun ketahanan diri. Dengan persiapan yang komprehensif, diharapkan seluruh jemaah dapat menunaikan rangkaian ibadah dengan optimal demi meraih predikat haji mabrur.