PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember tengah menggenjot proyek peningkatan keandalan infrastruktur perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Probolinggo. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan perjalanan kereta api sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan raya yang melintasi rel tersebut.
Fokus perbaikan menyasar dua titik krusial, yakni Jalur Perlintasan Langsung (JPL) Nomor 13 di lintas Jorongan–Leces dan JPL Nomor 32 di Jalan Raya Malasan. Menariknya, pada JPL 13, pihak KAI menerapkan inovasi mutakhir berupa teknologi beton CLC mutu tinggi. Material modular ini dirancang khusus agar lebih tangguh dalam menahan beban kendaraan berat serta mampu meredam getaran dengan lebih baik.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa penggunaan beton CLC mempermudah proses perawatan berkala karena sifatnya yang mudah dibongkar-pasang. Selain pemasangan beton modular tersebut, proyek di JPL 13 ini juga mencakup penggantian rel tipe R54 sepanjang 13 meter, pembaruan bantalan batu balas, perbaikan sistem drainase, serta penataan ulang geometri jalan rel demi menciptakan permukaan jalan yang lebih stabil.
Sementara itu, untuk JPL Nomor 32 di Jalan Raya Malasan, penanganan difokuskan pada penggantian rel ke tipe R54 yang disesuaikan dengan spesifikasi teknis di lapangan. Pekerjaan di lokasi ini dikombinasikan dengan pengerasan ulang permukaan jalan menggunakan aspal serta penataan geometri rel untuk meminimalkan risiko guncangan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
Selama proses pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas di kedua titik perlintasan akan disesuaikan demi kelancaran proyek dan keselamatan publik. Untuk JPL 13, sistem buka-tutup jalan diberlakukan pada 20-23 Agustus pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, disusul penutupan total pada 24-25 Agustus serta 28 Agustus pukul 02.30 hingga 06.00 WIB. Tahap pemadatan akhir di lokasi ini akan diselesaikan pada periode 29 Agustus hingga 2 September.
Adapun untuk perbaikan di JPL 32, penutupan lalu lintas secara total dijadwalkan pada 26 Agustus mulai pukul 03.30 hingga 05.00 WIB, dengan fase penyelesaian akhir pada 27 Agustus sampai 1 September. Selama penutupan jalur berlangsung, pengendara sepeda motor yang hendak melintasi JPL 13 dialihkan menuju JPL Nomor 14, sedangkan kendaraan roda empat atau lebih diimbau menggunakan rute alternatif. KAI meminta masyarakat untuk tetap waspada, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti instruksi petugas di lapangan.