Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas di tubuh Partai Golkar. Dalam pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Presiden mengingatkan bahwa gejolak internal di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut dapat berdampak negatif terhadap stabilitas politik nasional.

Sebagai salah satu partai politik terbesar di Indonesia, Golkar dinilai memiliki pengaruh signifikan. Menurut Jokowi, partai ini ditopang oleh infrastruktur organisasi yang kuat hingga ke tingkat desa, serta diperkuat oleh jajaran politikus ulung, teknokrat berpengalaman, dan negarawan yang dihormati. Kekuatan kader yang merata di seluruh penjuru Nusantara membuat dinamika di dalam Golkar senantiasa memicu reaksi berantai di kancah perpolitikan tanah air.

Kekhawatiran akan terjadinya perpecahan sempat membuat Presiden waswas. Namun, setelah berdialog langsung dengan para ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar, ia meyakini tensi politik internal partai tersebut masih berada dalam batas wajar. Jokowi berpesan agar seluruh elemen partai tidak membuang energi dalam konflik internal yang kontraproduktif, melainkan bersiap menghadapi tahun politik yang krusial.

Lebih lanjut, Kepala Negara mendorong Golkar untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kembali pada jati dirinya sebagai partai karya—partai yang fokus pada kerja nyata. Dengan soliditas yang kokoh, Golkar diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih produktif bagi pembangunan bangsa.

Acara munaslub ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, serta beberapa menteri Kabinet Kerja seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Pramono Anung, dan Yasonna H. Laoly.