Menjelang laga krusial perempat final Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Argentina, kapten timnas Swiss, Granit Xhaka, melontarkan apresiasi mendalam terhadap sosok Lionel Messi. Xhaka mengakui bahwa berhadapan dengan peraih banyak gelar bergengsi tersebut merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus momen yang akan dicatat dalam sejarah kariernya.

Meski memuji dominasi sang megabintang, Xhaka tidak gentar menghadapi tantangan di atas lapangan hijau. Ia secara terbuka menyatakan ambisinya untuk membawa mentalitas pejuang ala Amerika Latin ke dalam skuad Swiss. Menurutnya, tim asuhan Murat Yakin tersebut kerap dipandang sebelah mata, dan laga ini menjadi panggung pembuktian bagi kualitas kolektif mereka.

"Saya tidak yakin kami bisa menghentikannya sepenuhnya selama 90 atau 120 menit, namun kami akan berusaha memberikan perlawanan maksimal," ungkap Xhaka dalam konferensi pers. Ia menekankan bahwa kesuksesan akan diraih jika para pemain mampu melampaui batas kemampuan mereka sendiri dan menjaga kedisiplinan taktis sepanjang pertandingan.

Xhaka, yang memiliki pengalaman luas di Liga Premier Inggris, mengaku telah memetakan kekuatan lini tengah Argentina dengan cermat. Ia merasa familiar dengan gaya bermain para gelandang Argentina dan berencana memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk mengatur ritme permainan agar sesuai dengan strategi Swiss.

Lebih lanjut, kapten Swiss tersebut menegaskan bahwa kedekatan emosionalnya dengan pelatih Murat Yakin menjadi energi tambahan bagi tim. Baginya, rasa saling menghargai antara pemain dan pelatih adalah fondasi penting untuk meredam tekanan besar dari lawan yang diunggulkan seperti Argentina.