Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memberikan apresiasi terhadap kehadiran stan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Kalsel dalam Police Expo 2026 yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Banjarmasin, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Saat meninjau stan Labfor, Muhidin menilai pameran layanan dan peralatan forensik tersebut tidak hanya menarik perhatian pengunjung, tetapi juga memiliki nilai edukasi penting bagi masyarakat. Menurutnya, publik perlu memahami bahwa kepolisian kini didukung berbagai metode ilmiah dalam proses penyelidikan dan pembuktian perkara.
Ia mencontohkan layanan uji kebohongan atau lie detector yang diperkenalkan kepada pengunjung. Teknologi tersebut, kata Muhidin, menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu aparat dalam menggali keterangan serta memperkuat proses penyidikan secara profesional.
“Masyarakat perlu tahu bahwa Polri sudah memiliki teknologi seperti uji kebohongan untuk membantu proses penyelidikan dan pembuktian suatu perkara,” ujar Muhidin.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya pemeriksaan sidik jari dalam pengungkapan kasus. Ia menyebut identifikasi sidik jari dapat membantu penyidik mengetahui keberadaan seseorang di tempat kejadian perkara, baik dalam kasus kriminal maupun kecelakaan.
Menurut Muhidin, pembuktian berbasis sidik jari dapat menjadi penopang penting ketika terdapat keterangan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Dengan pemeriksaan ilmiah, proses penegakan hukum diharapkan menjadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sidik jari merupakan bukti ilmiah yang sangat penting. Jika ada keterangan yang tidak benar, proses identifikasi oleh petugas dapat membantu mengungkap fakta sebenarnya,” katanya.
Muhidin juga mengapresiasi sejumlah teknologi lain yang dipamerkan, termasuk peralatan investigasi serta perangkat untuk mendeteksi bahan peledak. Ia menilai hal itu menunjukkan kesiapan Polri dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan pelayanan serta mendukung penegakan hukum.
Sementara itu, Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Kalimantan Selatan AKBP Faizal Rahmat menjelaskan, stan Labfor di Police Expo menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat layanan forensik yang selama ini berperan dalam mendukung penyidikan kepolisian.
Faizal mengatakan pengunjung dapat melihat langsung sejumlah layanan edukatif, seperti deteksi kebohongan, pemeriksaan keaslian uang, dan deteksi darah. Kehadiran stan tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih memahami cara kerja laboratorium forensik dalam membantu pengungkapan perkara.
“Kami memperkenalkan layanan deteksi kebohongan, pemeriksaan uang palsu, serta deteksi darah. Masyarakat bisa datang langsung untuk melihat dan mencoba layanan edukasi yang kami tampilkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Laboratorium Forensik Polda Kalsel memiliki lima bidang pemeriksaan utama. Bidang tersebut meliputi pemeriksaan dokumen dan uang palsu, kimia-biologi forensik, fisika forensik dan digital forensik, balistik serta metalurgi dan senjata api, hingga narkotika forensik.
Melalui partisipasi dalam Police Expo 2026, Labfor Polda Kalsel berharap masyarakat semakin memahami bahwa penegakan hukum modern tidak hanya bertumpu pada keterangan saksi, tetapi juga membutuhkan pembuktian ilmiah yang akurat, objektif, dan dapat diuji.