Nama Tan Kian mungkin tidak lagi sering disebut dalam daftar papan atas miliarder Indonesia yang didominasi oleh para raja batu bara maupun petrokimia. Namun, bagi industri properti nasional, pengusaha ini merupakan sosok krusial yang dikenal melalui pendekatan eksklusif sebagai pengembang proyek-proyek premium di Jakarta.
Karier bisnis Tan Kian mulai menarik perhatian publik pada era 2000-an, di mana ia sempat tercatat dalam jajaran orang terkaya versi Forbes, menempati peringkat ke-30 pada tahun 2007 dengan estimasi kekayaan mencapai US$225 juta. Keberhasilannya membangun imperium properti bermula dari usaha keluarga yang ia kembangkan secara progresif, bertransformasi dari sektor perdagangan menjadi pemain utama pengembang hunian dan komersial mewah.
Sebagai nahkoda Dua Mutiara Group, yang kini telah berevolusi menjadi Century Properties Group Indonesia, Tan Kian dikenal memiliki spesialisasi dalam menggarap properti kelas atas. Fokusnya pada kualitas dan nilai eksklusivitas proyek membuatnya menjadi pemain kunci di balik berbagai landmark ikonik di ibu kota, serta ekspansi ke sektor pariwisata melalui pengembangan resort mewah di Pulau Bintan.
Perubahan tata kelola perusahaan terjadi pada tahun 2017 ketika Tan Kian secara resmi mengalihkan estafet kepemimpinan kepada putranya, Nicholas Tan. Langkah ini menandai babak baru bagi grup perusahaan dalam mengadopsi manajemen yang lebih profesional dan adaptif terhadap iklim pasar properti terkini.
Meskipun namanya kini tidak lagi berada di puncak daftar 50 orang terkaya Indonesia yang didominasi oleh sektor perbankan dan energi, rekam jejak Tan Kian dalam membangun aset properti bernilai tinggi tetap menjadi fondasi yang kokoh bagi grup bisnisnya. Hingga saat ini, kontribusinya terhadap wajah arsitektur urban Jakarta tetap diakui sebagai bagian penting dari dinamika dunia usaha properti di tanah air.