PT Jasa Marga (Persero) Tbk kini tengah gencar melakukan transformasi mendasar dalam pengelolaan operasional jalan tol di seluruh Indonesia. Perusahaan pelat merah tersebut berupaya mengalihkan paradigma lama yang sekadar berfokus pada infrastruktur fisik menjadi konsep infraculture, sebuah pendekatan yang lebih mengedepankan budaya keselamatan dan kenyamanan bagi setiap pengguna jalan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih baik. Menurutnya, perubahan paradigma ini dirancang tidak hanya untuk efisiensi internal, tetapi juga agar dampak nyata dari pelayanan berkualitas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna utama.

Dalam upaya memperkuat ekosistem tersebut, Jasa Marga mengandalkan serangkaian inovasi teknologi, mulai dari sistem pengawasan kendaraan dengan muatan berlebih (ODOL), pusat kendali operasional melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), hingga pemanfaatan aplikasi Travoy sebagai platform digital terpadu bagi pengendara. Sistem pengendalian internal yang dikenal sebagai Troops juga turut dioptimalkan untuk memastikan standar kualitas infrastruktur tetap terjaga.

Selain fokus pada aspek teknis, perusahaan juga melakukan rejuvenasi pada area peristirahatan (rest area). Kini, fasilitas tersebut didesain ulang agar berfungsi sebagai destinasi wisata yang fungsional, bukan sekadar tempat singgah sementara. Langkah ini dinilai relevan guna memenuhi ekspektasi masyarakat yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas harian yang mencapai 3,5 juta kendaraan.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Jasa Marga mengadakan sesi berbagi keahlian (expert sharing session) bertajuk 'Up scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems'. Acara ini melibatkan para pakar seperti Prof. Mohammed Ali Berawi dan Prof. Rhenald Kasali untuk membedah strategi peningkatan pelayanan dalam ekosistem transportasi yang semakin terkoneksi.