Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah taktis untuk mengamankan pasokan listrik di zona terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 48 unit generator set (genset) dikerahkan guna menjamin kelangsungan operasional puskesmas serta posko pelayanan kesehatan darurat di tenda-tenda pengungsian.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketersediaan energi cadangan ini sangat vital agar pelayanan medis bagi para korban gempa tidak terputus. Langkah antisipasi ini diambil mengingat kerusakan infrastruktur kelistrikan pascabencana sering kali menghambat penanganan darurat bagi pasien dan korban luka.

Puluhan unit genset tersebut nantinya akan disebar ke tujuh kabupaten yang mengalami dampak paling parah di daratan Flores. Selain dukungan daya listrik, Kementerian ESDM berkolaborasi dengan pelaku industri energi juga telah mendirikan sedikitnya 30 posko tanggap darurat untuk mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan.

Kesiapan dukungan energi ini dilaporkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto saat melakukan peninjauan di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo. Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus mendampingi proses rehabilitasi wilayah terdampak.

Bencana gempa bumi berkekuatan M 7,7 itu sendiri berpusat di laut pada kedalaman 15 kilometer di timur laut Mbay, Nagekeo. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guncangan hebat ini telah memaksa lebih dari 150 ribu warga mengungsi dan menyebabkan setidaknya 1.298 orang mengalami luka-luka.