SURABAYA — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Jalasenastri, organisasi istri prajurit TNI Angkatan Laut menyelenggarakan ajang lari perdana bertajuk Jalasenastri Run 2026. Acara yang dipusatkan di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya, pada Minggu (9/8/2026) ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Jalasenastri, Fera Muhammad Ali. Ribuan pelari dari berbagai daerah antusias bersaing di kategori 5K dan 8K umum, serta kelas khusus 5K untuk istri anggota TNI dan Polri.
Mengusung jargon "Sehat Berlari, Tulus Berbagi", kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi olahraga biasa. Perhelatan ini mengombinasikan gaya hidup aktif dengan kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat luas. Fera Muhammad Ali menjelaskan bahwa Jalasenastri Run tahun ini menjadi tonggak sejarah baru karena merupakan kegiatan lari massal pertama yang diinisiasi oleh organisasi tersebut.
Di samping lintasan lari, panitia juga menggelar rangkaian aksi kemanusiaan. Di antaranya adalah khitanan massal yang diikuti oleh 206 anak, penyerahan bantuan paket sembako beserta voucher belanja bagi 100 pengemudi ojek online perempuan, hingga lomba mewarnai untuk menstimulasi kreativitas anak-anak. Selain itu, kegiatan donor darah juga diadakan secara masif dengan target mengumpulkan sedikitnya 500 kantong darah guna mendukung ketersediaan stok medis.
Menurut Fera, momentum ini sangat krusial untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi antara keluarga besar TNI-Polri dengan elemen masyarakat sipil. Jalasenastri berharap kegiatan positif ini mampu memotivasi masyarakat luas untuk senantiasa menjaga kebugaran fisik sekaligus memupuk empati sosial di tengah kehidupan berbangsa.
Daya tarik lain dari pergelaran ini adalah lokasinya yang berada di kawasan pangkalan militer aktif. Para peserta dan pengunjung diberikan kesempatan langka untuk melihat dari dekat jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Laut, termasuk kapal perang terbaru seperti KRI Brawijaya. Edukasi alutsista ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan publik terhadap kekuatan pertahanan maritim Indonesia.