PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sukses menggelar ajang lari bertajuk Jakarta Sky Fun Run (JSFR) 2026 pada Minggu (12/7) di sepanjang jalur layang Koridor 13. Acara yang diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta ini tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, melainkan sebuah inisiatif nyata dalam mengedepankan prinsip keberlanjutan yang inklusif.

Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa perhelatan ini menerapkan standar ramah lingkungan dari awal hingga akhir rangkaian acara. Melalui kemitraan dengan Duitin, penyelenggara berhasil mengelola 138,1 kilogram sampah terpilah. Langkah ini diklaim mampu menghemat energi hingga 467 kWh serta menekan emisi karbon secara signifikan melalui pengurangan beban di tempat pemrosesan akhir.

Aspek keberlanjutan juga tercermin pada penggunaan 10.000 gelas pakai ulang (reusable cup) yang disediakan di berbagai titik minum. Inovasi ini bekerja sama dengan BALIKIN dan berhasil mencegah penumpukan sampah plastik sekali pakai hingga 93,4 kilogram, sekaligus menghindari pelepasan emisi karbon yang setara dengan perjalanan sepeda motor sejauh 156 ribu kilometer.

Selain pengelolaan limbah, JSFR 2026 memberikan dampak ekologis langsung melalui kerja sama dengan Carbon Ethics. Setiap dua tiket yang terjual dikonversikan menjadi satu bibit mangrove. Hasilnya, sebanyak 2.000 bibit pohon telah dialokasikan untuk memperkuat ekosistem pesisir Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan dari para peserta.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta pun turut mengambil peran dengan menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM produk ramah lingkungan. Inisiatif ini selaras dengan misi Transjakarta untuk mempromosikan ekonomi sirkular. Dengan tema '(Born Y2K) – Running Into Tomorrow', Transjakarta menegaskan komitmennya bahwa inovasi transportasi publik tidak hanya terbatas pada layanan operasional, tetapi juga mencakup gaya hidup berkelanjutan bagi masyarakat luas.