PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk resmi memperpanjang masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) untuk periode lima tahun ke depan. Keputusan strategis yang diumumkan pada Senin (6/7/2026) ini diambil oleh Dewan Komisaris guna menjaga kesinambungan arah transformasi perusahaan yang kini menitikberatkan pada teknologi kecerdasan buatan (AI).
President Commissioner Indosat, Nezar Patria, menyatakan bahwa perpanjangan masa tugas ini merupakan bentuk kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Vikram. Ia dinilai sukses menavigasi perusahaan sejak proses merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia pada 2022 lalu, yang menjadi titik balik bagi penguatan performa bisnis Indosat di pasar telekomunikasi nasional.
Kini, Indosat tengah tancap gas menjalankan inisiatif 'AI North Star'. Strategi ini dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke seluruh lini operasional perusahaan. Langkah ini terbukti efektif dalam mendongkrak performa keuangan; pada kuartal I-2026, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 15,22 triliun, tumbuh 12 persen secara tahunan. Segmen multimedia dan komunikasi data (MIDI) bahkan mencatatkan kenaikan impresif sebesar 17,5 persen.
Dalam upaya memperkuat kedaulatan AI Indonesia, Indosat telah menjalin kemitraan strategis dengan pemain teknologi global seperti Nvidia untuk memperkuat infrastruktur komputasi awan. Selain itu, mereka meluncurkan 'Sahabat-AI', sebuah model bahasa besar yang dirancang khusus untuk memahami konteks bahasa dan budaya lokal Indonesia, serta mengimplementasikan fitur keamanan berbasis AI guna melindungi pelanggan dari ancaman penipuan siber.
Analis dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras, memandang langkah ini sebagai respons logis atas melambatnya pertumbuhan konvensional di industri telekomunikasi. Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menekankan bahwa di masa depan, persaingan akan semakin kompleks. Perusahaan telekomunikasi tidak lagi hanya bersaing dalam tarif data, melainkan beradu ketajaman dalam penguasaan data, infrastruktur AI, dan inovasi layanan digital.