Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa secara resmi melabuhkan dukungannya kepada Mori Hanafi untuk kembali menakhodai KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sikap politik olahraga ini ditegaskan langsung oleh Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, yang menilai kepemimpinan Mori sangat vital bagi kesinambungan prestasi daerah.

Menurut Abdul Rafiq, keputusan tersebut diambil melalui pertimbangan rasional, terutama dalam menyongsong perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan NTB terpilih sebagai salah satu tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia itu tidak lepas dari diplomasi kuat dan rekam jejak kepemimpinan Mori pada periode sebelumnya.

Selain kesuksesan melobi status tuan rumah PON 2028, peningkatan prestasi atlet NTB pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 juga menjadi indikator keberhasilan yang nyata. Rafiq menekankan pentingnya menjaga konsistensi pembinaan atlet agar roda organisasi tidak perlu berputar kembali ke titik nol di bawah kepengurusan yang baru.

Terkait isu yang menyebutkan Penjabat Gubernur NTB memiliki ketertarikan untuk ikut bertarung dalam bursa pencalonan ketua, Rafiq memberikan pandangan diplomatis. Ia menghargai hak politik setiap individu, namun ia menyarankan agar pengelolaan dunia olahraga dibebaskan dari intervensi atau tarik-menarik kepentingan kekuasaan birokrasi.

Rafiq berpendapat bahwa kepala daerah memegang tanggung jawab yang sudah sangat besar dalam mengurus pemerintahan. Peran terbaik yang bisa diberikan oleh pemerintah provinsi adalah memberikan dukungan penuh di balik layar, tanpa harus memegang kendali kepengurusan KONI secara langsung.

Sebagai penutup, KONI Sumbawa mendesak Mori Hanafi untuk tetap memantapkan langkahnya dalam kontestasi ini. Dengan tantangan besar seperti kesiapan infrastruktur, alokasi anggaran, dan pembinaan atlet menjelang PON 2028, kepemimpinan yang berpengalaman dinilai menjadi kunci utama keberhasilan olahraga NTB.