Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX), yang sebelumnya dikenal dengan nama LandX, menunjukkan pergeseran fokus dalam industri securities crowdfunding (SCF). Perusahaan kini menempatkan mekanisme 'exit' atau pembelian kembali saham (buyback) sebagai indikator utama keberhasilan platform, melampaui sekadar volume penghimpunan dana.

Hingga Juni 2026, ICX mencatat sebanyak 16 penerbit telah berhasil melakukan buyback dengan nilai akumulatif mencapai Rp71 miliar. Dana tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 7.900 investor yang terlibat dalam berbagai proyek bisnis, di mana sektor properti dan makanan-minuman (F&B) menjadi penyumbang terbesar dalam keberhasilan ini.

Direktur Utama ICX, Romario Sumargo, mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir pihaknya sengaja melakukan rekalibrasi strategi. Alih-alih mengejar pertumbuhan jumlah penerbit secara agresif, ICX memprioritaskan penguatan manajemen risiko, tata kelola perusahaan, dan kurasi penerbit yang ketat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dinamika penegakan kepatuhan industri yang semakin ketat oleh regulator.

"Langkah mitigasi yang kami lakukan sejak awal menjadi batu loncatan bagi perusahaan untuk mengakselerasi penetrasi pasar pada paruh kedua tahun 2026," ujar Romario. Strategi tersebut terbukti menjaga kesehatan ekosistem investasi di platform tersebut, meski pertumbuhan jumlah penerbit baru menjadi sangat selektif.

Dalam laporannya, ICX juga bersikap transparan terkait adanya tantangan operasional. Terdapat empat penerbit yang dilaporkan mengalami stagnasi bisnis, dengan satu di antaranya telah didepak dari platform (delist) dan tiga lainnya dalam proses penyelesaian hak investor. Menurut pihak manajemen, transparansi terhadap kondisi penerbit adalah krusial guna menjaga kepercayaan investor jangka panjang.

Secara keseluruhan, ICX telah memfasilitasi pendanaan sebesar Rp233 miliar bagi 46 penerbit dengan melibatkan 23.000 investor. Ke depannya, ICX optimistis bahwa kematangan industri SCF akan ditentukan oleh literasi investor terhadap risiko dan kemampuan platform dalam menjamin kepastian mekanisme exit investasi di masa depan.