Fenomena pamer keuntungan investasi di media sosial kerap menjebak pemula dalam ekspektasi semu. Menanggapi hal ini, praktisi sekaligus edukator pasar finansial Jafar Tri Maulana, yang populer dengan nama Japsku, menekankan pentingnya mengubah sudut pandang terhadap dunia trading. Menurutnya, aktivitas ini harus diposisikan sebagai salah satu instrumen pembangun aset, bukan jalan pintas instan untuk meraup kekayaan secara cepat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jafar menyarankan agar masyarakat tetap memiliki pekerjaan utama atau bisnis konvensional yang menghasilkan arus kas stabil. Keuntungan dari sektor riil tersebut kemudian dialokasikan sebagai modal trading secara bertahap. Pola ini dinilai efektif mereduksi tekanan psikologis saat bertransaksi di pasar, karena pelaku tidak menggantungkan kelangsungan hidup harian pada dinamika grafik harga yang fluktuatif.

Berkarier di dunia pasar finansial sejak 2017 memberikan Jafar pemahaman mendalam bahwa profesi ini menuntut mentalitas layaknya seorang pengusaha. Proses adaptasi di pasar forex maupun kripto diakuinya penuh dengan dinamika pasang surut. Ia mengibaratkan perkembangan seorang trader seperti pertumbuhan sebuah pohon yang memerlukan proses panjang dari fase bibit hingga berdiri kokoh, bukan sesuatu yang terjadi dalam semalam.

Lebih lanjut, pemilik akun @japsku ini menyayangkan maraknya konten edukasi yang hanya menonjolkan profit besar tanpa memperlihatkan risiko kerugian. Ekspektasi keliru ini kerap membuat pemula terjebak pada spekulasi yang merugikan. Jafar menegaskan bahwa konsistensi dalam trading memerlukan adab, ilmu, serta kesiapan mental untuk menghadapi kerugian sebagai bagian dari siklus bisnis.

Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa kegagalan sebagian besar pelaku trading bukan disebabkan oleh buruknya strategi analisis yang digunakan, melainkan akibat ketidakmampuan mengendalikan emosi. Disiplin dalam menerapkan manajemen risiko serta mencatat evaluasi transaksi melalui jurnal trading menjadi kunci utama untuk mencapai keberhasilan jangka panjang di pasar keuangan.