Jakarta — Isu pengelolaan sampah melalui pendekatan teknologi menjadi sorotan utama dalam hari kedua Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2026, yang digelar pada Sabtu (27/6). Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI), dengan menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara sebagai narasumber.
Pada sesi ketujuh sarasehan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan tampil sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa tantangan penanganan sampah nasional tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah secara mandiri. Diperlukan sinergi kuat dengan dunia akademik untuk melahirkan inovasi teknologi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai tingkatan.
"Di koordinasi saya itu banyak sekali yang mesti kita selesaikan cepat dan itu tidak mungkin dikerjakan sendiri tanpa kerja sama dengan perguruan tinggi. Kalau kita ingin menyelesaikan sampah, semuanya perlu ada alatnya, mulai teknologi yang sederhana sampai yang rumit," tegas Zulkifli Hasan di hadapan forum.
Pembahasan dalam sarasehan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki percepatan penerapan teknologi pengolahan sampah berskala mikro, yakni hasil riset dan inovasi perguruan tinggi. Pendekatan ini dirancang sebagai pelengkap pembangunan fasilitas Waste to Energy berskala besar, sehingga penanganan sampah dapat menjangkau hingga level desa dan kelurahan.
Menko Pangan juga menggarisbawahi langkah pemerintah dalam menyederhanakan regulasi guna mempercepat penyelesaian berbagai persoalan strategis. Selain pengelolaan sampah, ia menyinggung transformasi sektor pangan yang mencakup reformasi distribusi pupuk bersubsidi agar lebih tepat sasaran, penetapan Harga Pembelian Gabah (HPP) demi meningkatkan kesejahteraan petani, serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi pedesaan.
Sejalan dengan semangat tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto sebelumnya telah mengonfirmasi arahan langsung dari Presiden Prabowo terkait percepatan implementasi teknologi sampah skala mikro. "Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," ungkap Brian Yuliarto usai rapat terbatas di Istana Merdeka pada Februari lalu.
Kemdiktisaintek sendiri tengah mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi secara masif agar tidak berhenti pada tahap publikasi ilmiah atau prototipe semata. Pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi salah satu wujud nyata dari visi Diktisaintek Berdampak, yang mengarahkan dunia pendidikan tinggi, sains, dan teknologi untuk menghasilkan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.