PT Jababeka Tbk (KIJA), melalui entitas anaknya PT Graha Buana Cikarang, terus mengoptimalkan segmen pergudangan multifungsi sebagai pilar bisnis strategis. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan mencatat tren permintaan yang stabil terhadap Jababeka Bizpark, sebuah kawasan terintegrasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan ruang usaha skala menengah dan kecil.

Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, mengungkapkan bahwa sejak peluncurannya tahun lalu, proyek ini telah terserap pasar sebanyak 270 unit. Dengan rentang harga antara Rp 1,65 miliar hingga Rp 2,5 miliar per unit, Jababeka menawarkan fleksibilitas fungsi bangunan, mulai dari pusat logistik, fasilitas penyimpanan (warehouse), ruang kantor, hingga studio kreatif yang kini banyak dibutuhkan oleh para pegiat e-commerce dan live streaming.

Meskipun kontribusi Jababeka Bizpark terhadap total marketing sales perusahaan tergolong moderat dibanding penjualan lahan industri berskala besar, proyek ini memegang peran krusial sebagai solusi efisien bagi para pelaku usaha 'second layer' maupun startup. Jababeka memposisikan unit-unit ini sebagai instrumen pendukung ekosistem bisnis yang lebih dinamis dan ringkas.

Ke depannya, PT Graha Buana Cikarang tidak hanya berfokus pada pemasaran unit Bizpark, namun juga merencanakan pengembangan lanjutan berupa Jababeka Factory Outlet di area yang sama. Selain itu, perusahaan tengah menggenjot pengembangan Jababeka 9, yang merupakan tahap pamungkas dari proyek kawasan industri utama mereka.

Secara keseluruhan, PT Graha Buana Cikarang mematok target marketing sales sebesar Rp 1,8 triliun untuk tahun berjalan. Langkah ini menunjukkan upaya perusahaan dalam mendiversifikasi portofolio properti guna menjaga stabilitas pertumbuhan pendapatan di tengah dinamika sektor properti komersial di Indonesia.