Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi memulai era baru di bawah kepemimpinan Jürgen Klopp. Mantan manajer Liverpool berusia 59 tahun tersebut ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman yang baru untuk menggantikan Julian Nagelsmann, dengan target besar membangkitkan kembali prestasi sepak bola negara tersebut. Klopp menyepakati kontrak jangka panjang yang akan mengikatnya hingga gelaran Piala Dunia 2030 mendatang.

Langkah penunjukan Klopp ini dilakukan menyusul hasil mengecewakan Jerman di bawah asuhan Nagelsmann yang gugur sebelum babak 16 besar Piala Dunia. Dalam kesepakatan ini, DFB tidak membayar biaya pelepasan kontrak konvensional kepada grup Red Bull—tempat Klopp sebelumnya menjabat sebagai kepala sepak bola global. Sebagai gantinya, DFB menyumbangkan dana sebesar satu juta euro ke yayasan sosial terafiliasi Red Bull serta berkomitmen menyelenggarakan tiga laga internasional di Leipzig.

Dalam konferensi pers perdananya pada Sabtu (25/7/2026), pelatih karismatik tersebut langsung mencuri perhatian publik dengan menetapkan batasan tegas kepada media terkait privasi keluarganya. Klopp bahkan menyatakan kesiapannya untuk mundur dari jabatan tanpa menuntut uang pesangon jika performa tim dinilai gagal atau apabila sorotan media dan kritik publik melampaui batas kewajaran.

Pelatih kawakan ini juga mengisyaratkan bahwa perannya di tim nasional Jerman ini kemungkinan besar akan menjadi penutup dari perjalanan panjang karier kepelatihan profesionalnya. Ia menegaskan dedikasi penuhnya untuk mengakhiri masa baktinya di dunia sepak bola dengan pencapaian terbaik bersama negaranya.

Guna menyokong misinya, Klopp memboyong jajaran staf kepercayaannya semasa di Liverpool, termasuk Peter Krawietz dan Pep Lijnders, serta mantan penggawa timnas Sven Bender. Manajemen olahraga DFB juga diperkuat oleh Per Mertesacker yang akan menjabat sebagai Direktur Pelaksana Olahraga mulai Januari mendatang. Ujian perdana Klopp akan segera tiba pada akhir September hingga awal Oktober dalam ajang UEFA Nations League melawan Belanda, Yunani, dan Serbia, sebelum membidik target utama di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.