PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) resmi memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) kelas institusi untuk memfasilitasi investor ritel dalam menganalisis pasar modal. Inovasi ini bertujuan memberikan akses data yang objektif dan presisi, sehingga keputusan investasi tidak lagi didasarkan pada spekulasi semata, melainkan pada analisis data yang akurat.
President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, menegaskan bahwa penerapan AI di sektor investasi harus melampaui fungsi dasar seperti chatbot. Menurutnya, potensi terbesar teknologi ini terletak pada kemampuannya mengolah data bervolume besar secara real-time untuk menghasilkan proyeksi pasar yang terukur, membantu investor mengidentifikasi risiko dengan lebih baik.
Sistem ini mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni AI Big Data, AI Inferencing, dan AI-Powered Decision Engine. Ketiganya bekerja secara simultan menyaring jutaan informasi mulai dari fluktuasi harga saham, pergerakan dana asing (flow), performa broker, laporan keuangan emiten, hingga dinamika makroekonomi global yang disajikan langsung kepada pengguna.
Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah Live Action Done Indicator (LADI), yang memungkinkan investor memantau dominasi aksi beli dan jual serta mendeteksi pergerakan dana besar (smart money). Didukung oleh aset di bawah penitipan (AUC) yang mencapai Rp312 triliun, basis data besar ini menjadi modal penting untuk melatih algoritma AI agar menghasilkan analisis yang presisi.
Di samping kecerdasan buatan, IPOT juga memperkuat layanannya dengan riset mendalam dari tim analis serta sistem keamanan berlapis demi melindungi nasabah dari ancaman siber seperti phishing. Langkah ini diharapkan mampu meratakan akses teknologi finansial tingkat tinggi dan mendorong iklim investasi yang lebih sehat di tanah air.