Keputusan raksasa semikonduktor Micron untuk menarik diri dari pasar RAM retail konsumen melalui sub-brand Crucial mulai berdampak nyata pada layanan purna jual. Meskipun sebelumnya pihak perusahaan berjanji akan tetap memelihara layanan garansi, laporan terbaru di lapangan menunjukkan adanya kendala serius dalam proses klaim Return Merchandise Authorization (RMA) yang merugikan pelanggan.
Kasus ini mencuat setelah seorang pengguna platform Reddit membagikan pengalamannya saat mencoba mengajukan klaim garansi untuk memori DDR5 So-DIMM miliknya yang rusak. Alih-alih mendapatkan unit pengganti yang setara, pihak pabrikan menolak memproses penukaran fisik dan menyatakan tidak dapat mengembalikan produk yang telah dikirim. Sebagai gantinya, Crucial hanya menawarkan pengembalian dana (refund) yang nilainya disesuaikan dengan harga pembelian awal pada nota tagihan (invoice).
Kebijakan pengembalian dana tersebut memicu kekecewaan mendalam karena kondisi pasar memori saat ini telah berubah drastis. Sejak pembelian awal dilakukan oleh konsumen tersebut, harga RAM di pasaran dilaporkan telah melonjak hingga lima kali lipat. Akibatnya, nominal refund yang diterima kini sama sekali tidak cukup untuk membeli unit RAM baru dengan spesifikasi yang sama.
Atas kejadian ini, konsumen disarankan untuk tidak langsung melakukan proses RMA mandiri ke pihak brand jika terjadi kerusakan produk. Langkah alternatif yang dinilai lebih aman adalah melalui toko ritel atau distributor resmi tempat produk tersebut pertama kali dibeli guna mencari solusi penyelesaian yang lebih adil bagi konsumen.
Ketidakpastian layanan purna jual dari Crucial ini disinyalir kuat merupakan dampak dari reposisi bisnis Micron. Perusahaan induk tersebut kini memilih mengalihkan fokus operasionalnya secara penuh ke sektor enterprise dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang berimbas pada penutupan lini komponen untuk pengguna PC umum secara bertahap.