Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memanfaatkan gelaran Aceh Business Forum (ABF) Aceh–Malaysia 2026 untuk mempererat kemitraan ekonomi. Forum strategis ini dirancang sebagai jembatan untuk meningkatkan volume perdagangan, arus investasi, serta kolaborasi bisnis antarkedua wilayah.

Kepala DPMPTSP Aceh, Marwan Nusuf, mengungkapkan bahwa forum tersebut menjadi wadah penting untuk memaparkan berbagai potensi komoditas unggulan Aceh. Sejumlah sektor prioritas seperti pariwisata, perikanan dan kelautan, serta perdagangan diproyeksikan menjadi daya tarik utama bagi para investor asal Negeri Jiran tersebut.

"Kami menyajikan pemetaan komprehensif mengenai peluang ekspor-impor, potensi perikanan, serta prospek investasi pariwisata. Tujuannya agar delegasi Malaysia dapat mengidentifikasi langsung sektor mana yang paling potensial dan sesuai dengan minat investasi mereka," ujar Marwan dalam keterangannya di Banda Aceh.

Hubungan diplomasi ekonomi ini tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh kedekatan historis, budaya, dan geografis yang telah terjalin selama berabad-abad. Kedekatan kultural ini diharapkan mempermudah terjalinnya transaksi bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di masa depan.

Selain letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Aceh juga menawarkan peluang hilirisasi industri di sektor energi dan pengolahan komoditas. Pemprov Aceh optimis kehadiran investasi baru ini mampu mendorong pemerataan ekonomi di seluruh kabupaten dan kota di bumi Serambi Mekkah.

Merespons hal tersebut, Ketua Delegasi Malaysia Puan Zuraini binti Kamal menyampaikan apresiasi positifnya. Pihaknya berharap forum ini dapat melahirkan realisasi kerja sama yang nyata guna memperkuat fondasi perdagangan dan kemitraan ekonomi kedua belah pihak.