Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino. Langkah ini dilakukan dengan mendorong domino agar lebih dikenal sebagai cabang olahraga prestasi yang mengandalkan kecerdasan otak, bukan lagi diidentikkan dengan aktivitas perjudian.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, Yurnalis Basri, saat menghadiri pertandingan eksibisi domino di Sekretariat KONI Kabupaten Kampar, Bangkinang Kota. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Yurnalis, domino kini telah mendapatkan legalitas formal di panggung olahraga nasional dengan bernaung di bawah organisasi resmi seperti Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) dan Olahraga Domino (ORADO). Keberadaan organisasi ini menjadi momentum penting bagi para pencinta domino untuk memperkenalkan olahraga ini secara positif kepada masyarakat luas.

Sebagai olahraga otak, domino dinilai memiliki banyak manfaat kognitif karena menuntut konsentrasi tinggi, pemikiran strategis, dan kemampuan membaca kartu lawan. Yurnalis menjelaskan bahwa permainan ini sangat efektif untuk melatih saraf otak agar tetap aktif bekerja, menjaga daya ingat, sekaligus mempererat hubungan sosial antar-pemain.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kampar, H. M. Yasir, menyambut baik sinergi informal ini. Melalui ajang olahraga yang dikemas santai namun kompetitif, KONI Kampar berharap dapat terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk pembinaan atlet yang berkelanjutan.