Presiden FIFA, Gianni Infantino, berhasil mengamankan dukungan politik dan moral yang signifikan dari konfederasi sepak bola Amerika Selatan (CONMEBOL). Dukungan krusial ini mengalir di tengah badai kritik dan tekanan dari Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terkait tata kelola organisasi tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Momentum penguatan dukungan ini terjadi saat Infantino melakukan kunjungan kerja ke Cali, Kolombia. Selain menghadiri pelantikan Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, Infantino memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pertemuan diplomasi dengan para petinggi sepak bola regional.

Dalam sejumlah dokumentasi resmi, Infantino tampak melakukan pertemuan hangat dengan Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez dan Presiden Federasi Sepak Bola Kolombia Ramon Jesurun. Pertemuan ini berlangsung di tengah sorotan tajam publik global setelah rencana kontroversial FIFA untuk meluncurkan skema investasi swasta akhirnya dibatalkan akibat menuai penolakan keras.

Infantino sendiri memilih untuk tidak berkomentar saat dikonfirmasi oleh jurnalis mengenai polemik tata kelola internal FIFA tersebut. Alih-alih merespons kontroversi, ia memilih fokus pada agenda sosial dengan menghadiri festival sepak bola anak-anak di Cali, seraya menegaskan peran sepak bola sebagai instrumen pemersatu dan pembawa kegembiraan.

Solidaritas dari kawasan Amerika Selatan menjadi modal politik yang sangat berharga bagi Infantino. Pria berusia 56 tahun itu dijadwalkan kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sekaligus terakhirnya dalam Kongres FIFA yang akan digelar di Rabat pada Maret mendatang. Di sisi lain, UEFA dilaporkan tetap bersikukuh dengan ancaman boikot terhadap sejumlah turnamen utama FIFA meski usulan investasi swasta telah resmi ditarik.

Meskipun demikian, Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, mengisyaratkan pentingnya rekonsiliasi dan dialog konstruktif demi kemajuan olahraga global tanpa harus selalu sepaham dalam setiap kebijakan. Senada dengan Dominguez, federasi sepak bola dari berbagai negara Amerika Selatan seperti Argentina, Paraguay, Venezuela, dan Ekuador secara resmi telah menyatakan komitmen mereka untuk terus mendukung kepemimpinan Infantino.