PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batulicin tengah menyusun langkah strategis guna mengantisipasi perubahan lanskap bisnis penyeberangan di wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru, Kalimantan Selatan. Langkah antisipatif ini diambil seiring dengan proyek pembangunan jembatan penghubung antara Batulicin dan Tanjung Serdang yang dinilai akan memengaruhi jumlah pengguna jasa kapal feri secara signifikan.
General Manager ASDP Cabang Batulicin, Ardian, mengungkapkan bahwa rampungnya proyek jembatan tersebut berpotensi mengalihkan minat masyarakat dari transportasi laut ke jalur darat. Pihaknya memproyeksikan adanya penurunan jumlah penumpang sekitar 5 hingga 10 persen pada awal masa pengoperasian jembatan tersebut. Saat kondisi normal, ASDP Batulicin melayani rata-rata 1.100 penumpang, 970 unit kendaraan roda dua, serta 440 unit kendaraan roda empat campuran setiap harinya.
Sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keberlangsungan usaha, ASDP mulai menjajaki peluang pelayaran jarak jauh (Long Distance Ferry), salah satunya rute konektivitas antara Pelabuhan Batulicin menuju Surabaya. Selain itu, manajemen juga tengah mengkaji kelayakan rute baru yang menghubungkan wilayah Stagen di Pulau Laut Utara menuju Tarjun, dengan mengedepankan kolaborasi penyediaan infrastruktur pelabuhan bersama pemerintah daerah setempat.
Tak hanya fokus pada transportasi logistik dan penumpang reguler, ASDP juga berencana merambah sektor pariwisata bahari melalui konsep kapal wisata susur sungai, mengadopsi kesuksesan program serupa di Kota Banjarmasin. Untuk merealisasikan wacana tersebut, pihak ASDP membuka peluang kerja sama dengan investor serta pemangku kepentingan terkait guna mematangkan skema operasional dan investasi.
Terkait kinerja keuangan, ASDP Batulicin menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp94 miliar pada tahun ini. Hingga semester pertama, realisasi pendapatan tercatat mencapai sekitar 47 persen atau setara Rp44 miliar lebih. Manajemen optimis target tahunan tersebut dapat terpenuhi dengan mengandalkan lonjakan arus penumpang pada momentum libur Natal dan Tahun Baru, gelaran Batulicin Festival, serta agenda religi Haul Sekumpul yang diproyeksikan mampu mendongkrak trafik hingga 50 persen dari hari biasa.