Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital menuntut para pelaku usaha untuk terus beradaptasi agar bisnis mereka tetap relevan. Merespons tantangan tersebut, PPM Manajemen bekerja sama dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA) Malang menyelenggarakan forum diskusi interaktif bertajuk "Future-Proof Business: Strategi Menjaga Bisnis Tetap Eksis, Relevan & Makin Cuan di Era AI & Digital" di Kota Malang.

Bertempat di AADK Coffee & Eatery, Tlogomas, kegiatan bertajuk NGOPI (Ngobrol Positif & Inspiratif) Bareng PPM ini dihadiri oleh sekitar 50 pelaku usaha, mulai dari wirausahawan mandiri hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Forum ini dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk mempertemukan perspektif akademis dengan pengalaman praktis di lapangan.

Diskusi yang berlangsung dinamis ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Associate Professor Sekolah Tinggi PPM Manajemen, Dr. Noveri Maulana, S.I.Kom., MM., dan pemilik Malang Strudel sekaligus praktisi bisnis dari PT Winnertech Lintas Nusa, Donny Kris Puryono. Kedua pemateri membagikan pandangan mengenai disrupsi teknologi, pemanfaatan alat digital untuk efisiensi operasional, serta pentingnya penguatan citra merek (branding) dan pengalaman pelanggan.

Dalam pemaparannya, Dr. Noveri menekankan bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan tidak boleh sekadar dilihat sebagai tren teknologi semata. Menurutnya, AI harus diintegrasikan ke dalam strategi bisnis dasar guna mengubah cara perusahaan beroperasi dan memenangkan persaingan di pasar yang kian kompetitif.

Kepala Cabang PPM Surabaya, Rizma Amalina, menjelaskan bahwa pemilihan Malang sebagai lokasi acara didasari oleh potensi kreatif dan keaktifan komunitas pengusaha di kota tersebut. Melalui interaksi langsung ini, PPM Manajemen berupaya memahami kebutuhan riil sektor usaha dalam pengembangan organisasi dan sumber daya manusia (SDM) di wilayah Jawa Timur.

Kolaborasi strategis dengan TDA Malang, yang memiliki jaringan ribuan pengusaha lokal, menjadi langkah penting bagi PPM Manajemen dalam memperluas dampak positifnya. Menjelang usianya yang ke-60 pada tahun 2027 mendatang, lembaga ini berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha nasional dalam menyelaraskan kapasitas SDM dengan perkembangan teknologi digital.