Air mata Neymar tumpah di New York New Jersey Stadium pada Senin (6/7/2026) dini hari WIB, menyusul tersingkirnya Brasil dari Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Carlo Ancelotti harus mengakui keunggulan Norwegia dengan skor tipis 1-2, sebuah hasil yang memutus harapan Brasil untuk melaju lebih jauh di ajang sepak bola paling prestisius tersebut.
Pertandingan berlangsung sengit hingga pengujung laga, di mana dua gol Erling Haaland menjadi pembeda yang menyakitkan bagi tim Samba. Meski Neymar sempat mencetak gol penalti di masa injury time, upaya tersebut gagal membalikkan keadaan. Hasil ini mencatatkan sejarah kelam bagi Brasil, yang untuk pertama kalinya sejak tahun 1990 harus angkat koper lebih awal di fase 16 besar.
Momen ini tidak hanya menjadi kekalahan di lapangan, tetapi juga menandai penutup karier internasional Neymar. Di usia 34 tahun, sang bintang mengungkapkan bahwa perjalanannya bersama tim nasional telah berakhir. Stadion yang menjadi saksi debutnya pada tahun 2010 silam, kini menjadi panggung terakhir di mana ia harus merelakan mimpi menjuarai Piala Dunia.
Meskipun dikenal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil dengan 80 gol, mengungguli torehan sang legenda Pele, Neymar tetap meninggalkan satu lubang besar dalam kariernya. Selama empat edisi Piala Dunia yang ia ikuti, gelar juara dunia tetap menjadi pencapaian yang luput dari genggamannya.
Neymar mengakhiri pengabdiannya dengan capaian medali emas Olimpiade 2016 dan Piala Konfederasi 2013. Meski tanpa trofi Piala Dunia, kontribusinya bagi sepak bola Brasil akan tetap tercatat sebagai salah satu babak yang paling berpengaruh dalam sejarah olahraga nasional negeri tersebut.