Tersingkirnya tim nasional Amerika Serikat dan Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi pukulan emosional bagi pendukung tuan rumah, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang nyata bagi sektor penyelenggaraan turnamen. Fenomena ini memicu penurunan drastis pada nilai jual tiket di pasar sekunder serta ancaman penurunan pendapatan bagi industri perhotelan dan kuliner.
Data dari platform TickPick menunjukkan penurunan harga yang cukup signifikan untuk laga perempat final. Tiket pertandingan antara Spanyol melawan Belgia, misalnya, mengalami koreksi harga hingga 65 persen setelah kepastian Amerika Serikat gagal melaju. Dari harga awal yang sempat menyentuh angka 3.200 dolar AS, kini tiket termurah dapat diperoleh di kisaran 1.100 dolar AS. Tren serupa juga terjadi pada laga Inggris kontra Meksiko yang mengalami penurunan harga hingga 45 persen.
Brett Goldberg, Co-CEO TickPick, menjelaskan bahwa struktur harga awal memang didasarkan pada ekspektasi tinggi atas partisipasi tim tuan rumah. Ketika asumsi tersebut meleset, permintaan pasar terhadap tiket pertandingan perempat final mengalami kontraksi secara instan. Kondisi ini turut dirasakan oleh sektor jasa makanan, salah satunya jaringan restoran olahraga Tom's Watch Bar.
Brooks Schaden, Co-Founder Tom's Watch Bar, memproyeksikan adanya penurunan pendapatan harian hingga 50 persen di seluruh cabang restorannya. Ia menyoroti bahwa suporter Meksiko dan Amerika Serikat merupakan penggerak utama ekonomi selama turnamen berlangsung karena durasi tinggal dan pengeluaran mereka yang tinggi saat menyaksikan pertandingan. Meski demikian, Schaden tetap melihat adanya potensi pendapatan yang masih berada 25 persen di atas rata-rata hari normal.
Di balik kelesuan sektor tiket dan restoran, industri bir justru mencatatkan performa yang tetap resilien. Beer Institute melaporkan adanya kenaikan penjualan bir sebesar 6,4 persen secara nasional, bahkan melonjak hingga 23 persen di wilayah Massachusetts. Andrew Heritage, Kepala Ekonom Beer Institute, menegaskan bahwa antusiasme global terhadap Piala Dunia tetap terjaga dengan kuat, terlepas dari keberlangsungan tim tuan rumah di fase gugur.