PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menunjukkan komitmennya dalam mendukung roda perekonomian nasional melalui partisipasinya di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pada pameran otomotif bergengsi ini, Isuzu mengusung konsep fleksibilitas armada niaga yang dapat disesuaikan untuk berbagai sektor industri, mulai dari logistik, pertambangan, perkebunan, hingga industri kreatif yang saat ini tengah berkembang pesat di tanah air.

Langkah konkret Isuzu dalam memperlihatkan versatilitas unitnya diwujudkan melalui deretan kendaraan modifikasi yang dipajang di area pameran. Beberapa unit andalan yang menarik perhatian pengunjung antara lain Isuzu Giga FVR Road Sweeper untuk kebutuhan sanitasi jalan, Elf NLR yang disulap menjadi campervan, serta Isuzu Traga dengan konsep Salon Studio berjalan. Selain itu, hadir pula D-Max dengan konsep kendaraan serbaguna (versatile) serta SUV Isuzu MU-X untuk melengkapi lini yang dipamerkan.

Tidak hanya memamerkan kendaraan statis, IAMI juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk merasakan langsung performa kendaraan niaganya. Fasilitas uji kemudi (test drive) disediakan untuk Isuzu Traga AC yang telah terintegrasi dengan fitur Isuzu Link, serta sport utility vehicle (SUV) Isuzu MU-X. Pengalaman interaktif ini dirancang untuk meyakinkan calon konsumen mengenai efisiensi dan kenyamanan berkendara menggunakan produk Isuzu.

Untuk memperkuat keterlibatan pengunjung, stan Isuzu dilengkapi dengan berbagai sarana edukasi dan hiburan digital. Pengunjung dapat mencoba Real Journey Game Simulator, berfoto di AI Photo Booth bertema World Class Mechanic, serta melihat perbandingan ketahanan suku cadang secara visual melalui diorama digital Spare Part Lifetime Comparison. Rangkaian acara talkshow interaktif, kolaborasi pembuat konten, dan temu komunitas juga digelar sepanjang pameran berlangsung.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Masayasu Hideshima, menjelaskan bahwa fleksibilitas produk Isuzu dirancang agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis. Menurutnya, kendaraan niaga saat ini tidak lagi sekadar alat angkut barang, melainkan investasi produktif jangka panjang yang dapat dikustomisasi untuk menciptakan nilai tambah dan mendorong efisiensi operasional bagi para pelaku usaha di Indonesia.