Pemerintah Provinsi Gia Lai baru saja memberikan lampu hijau terhadap rencana induk pengembangan dua destinasi konservasi unggulan, yakni Taman Nasional Kon Ka Kinh dan Cagar Alam Kon Chư Răng. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mengubah kawasan pelestarian menjadi pusat ekowisata profesional yang berkelanjutan sekaligus bertanggung jawab terhadap kelestarian hayati.

Pengembangan ini tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi kreatif guna mencapai swasembada pendanaan bagi operasional perlindungan hutan. Melalui skema investasi yang melibatkan sektor swasta, kedua kawasan ini ditargetkan untuk menghasilkan pendapatan non-anggaran yang signifikan melalui pemanfaatan jasa lingkungan secara bijak.

Untuk Taman Nasional Kon Ka Kinh, proyek jangka panjang hingga tahun 2045 mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, mulai dari pusat penyelamatan satwa, fasilitas akomodasi ramah lingkungan, hingga jalur ekowisata. Targetnya, pada tahun 2045, kawasan ini diproyeksikan mampu mencapai pendapatan tahunan sebesar 78 miliar VND dengan tingkat swasembada pembiayaan konservasi mencapai 80 persen.

Di sisi lain, Cagar Alam Kon Chư Răng memfokuskan diri pada peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun internasional dengan target ambisius mencapai 150.000 pengunjung per tahun pada 2045. Melalui diversifikasi produk wisata di lima lokasi utama, kawasan ini diharapkan mampu mencapai kemandirian finansial penuh atau 100 persen untuk mendanai upaya konservasi dan pengembangan sumber daya manusia.

Seluruh aktivitas pariwisata yang dikembangkan di kedua lokasi ini wajib mematuhi regulasi ketat mengenai pelestarian hutan. Pemerintah provinsi mewajibkan penerapan konsep wisata 'nol karbon', penggunaan energi terbarukan, serta mitigasi risiko kebakaran yang komprehensif. Pengelolaan proyek ini berada di bawah pengawasan ketat Dewan Direksi terkait untuk memastikan bahwa setiap investasi yang masuk tetap sejalan dengan misi utama konservasi keanekaragaman hayati.