PT PLN (Persero) tengah mengupayakan percepatan pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng). Langkah ini diambil menyusul adanya gangguan teknis pada sejumlah unit pembangkit di Sistem Interkoneksi Kalimantan yang berdampak pada penurunan pasokan listrik ke masyarakat.
Kerusakan dilaporkan terjadi pada komponen rotor generator di PLTU Asam-Asam. Selain itu, kendala operasional berupa kebocoran pipa boiler serta masalah turbin juga melanda dua unit pembangkit milik produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP), sehingga membatasi kapasitas distribusi daya di wilayah tersebut.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa seluruh tim teknis berkolaborasi penuh dengan pengelola pembangkit guna mempercepat proses perbaikan. Menurutnya, pemulihan ini diupayakan berjalan secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.
PLN menargetkan sistem kelistrikan di wilayah Kalselteng dapat kembali stabil secara bertahap mulai minggu pertama Agustus. Hingga target tersebut tercapai, PLN menerapkan skema pengaturan beban listrik secara terbatas dan terukur demi menjaga stabilitas jaringan interkoneksi.
Di samping upaya perbaikan secara intensif, pihak PLN mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keandalan sistem dengan menghemat penggunaan listrik secara bijak, khususnya pada waktu beban puncak antara pukul 18.00 hingga 21.00 WITA. PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen menyelesaikan pemulihan secara maksimal.