Penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang tidak hanya menjadi ajang forum besar organisasi, melainkan juga diisi dengan aksi sosial kemanusiaan. NU Care-LAZISNU berkolaborasi dengan Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) membagikan 1.000 kacamata gratis yang dipusatkan di Area Makam KH Usman, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Program pemeriksaan mata dan pembagian alat bantu penglihatan ini ditujukan khusus bagi guru ngaji, guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), pendidik madrasah, serta para peserta muktamar. Inisiatif sosial tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan mata para pejuang pendidikan keagamaan di masyarakat.

Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, menjelaskan bahwa guru ngaji dan pendidik madrasah dipilih sebagai sasaran utama karena peran vital mereka dalam membina moral generasi muda. Setiap hari, para guru ini berhadapan dengan aktivitas membaca dan menyimak yang membutuhkan performa mata prima agar proses transfer ilmu berjalan maksimal.

Prosedur pemberian bantuan dikemas secara sistematis untuk memastikan ketepatan sasaran. Calon penerima manfaat yang sebelumnya mendaftar secara daring wajib melakukan verifikasi data di lokasi acara untuk ditukar dengan kupon pemeriksaan. IROPIN kemudian mengerahkan tenaga profesional untuk mendeteksi kelainan refraksi mata peserta, baik berupa gangguan minus, plus, maupun silinder.

Tidak hanya diperiksa secara medis, para peserta juga diberi kebebasan memilih model bingkai kacamata demi kenyamanan mereka. Setelah seluruh tahapan pemeriksaan rampung, kacamata akan diproduksi sesuai spesifikasi resep dokter dan segera dikirimkan ke alamat masing-masing penerima dalam jangka waktu sekitar satu bulan.

Wiji Astutik, salah satu guru ngaji dari TPQ At-Taqwa Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, mengapresiasi tinggi langkah kemanusiaan ini. Menurutnya, kehadiran bantuan kacamata sangat membantu para pengajar Al-Qur'an, terutama mereka yang sudah memasuki usia pralansia dan lansia, agar tetap teliti dalam menyimak bacaan para santri.