Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai kegiatan pengenalan kampus bertajuk PIONIR Morfogenesis 2026. Mengangkat tema "Insan Berdedikasi, Mengabdi pada Pertiwi", orientasi mahasiswa baru ini mengutamakan pendekatan humanis yang berfokus pada kesehatan mental, pembentukan karakter, serta kerja sama lintas disiplin ilmu kesehatan sejak dini.
Acara yang berlangsung selama dua hari pada 5-6 Agustus 2026 ini diikuti oleh 553 mahasiswa baru yang dikenal sebagai Sardjito Muda. Rincian peserta terdiri atas 277 mahasiswa Program Studi Kedokteran Umum, 164 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, dan 112 mahasiswa Program Studi Gizi Kesehatan.
Koordinator Gugus PIONIR Morfogenesis 2026, dr. Danu Yudistira, menjelaskan bahwa orientasi tahun ini turut melibatkan mahasiswa dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sebanyak 27 lulusan D3 Keperawatan yang telah memiliki pengalaman kerja kini menempuh jenjang sarjana dan membaur bersama mahasiswa baru lainnya untuk mengenal kultur akademik UGM.
Model orientasi fisik dan penugasan berat yang menjadi momok masa lalu kini sepenuhnya ditinggalkan. Pihak fakultas mengalihkan fokus pada pembekalan strategi belajar di perguruan tinggi, mitigasi kesehatan mental, serta penanaman lima pilar karakter unggul, yakni kemahasiswaan, manajemen diri, berpikir kritis, kontribusi nasional, dan pengabdian masyarakat.
Aspek penting lain yang ditekankan adalah kolaborasi antarprofesi medis. Menurut dr. Danu, sinergi antara dokter, perawat, dan ahli gizi harus dibangun sejak bangku kuliah agar masa depan pelayanan kesehatan di Indonesia dapat berjalan secara harmonis dan tidak terkotak-kotak.
Untuk memastikan transisi berjalan lancar, mahasiswa baru diimbau memanfaatkan fasilitas pendampingan kampus, seperti Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan Dosen Pendamping Kemahasiswaan (DPK). Upacara pembukaan sendiri dibuka langsung oleh Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, di Gedung Pascasarjana Tahir Foundation UGM.